Moral Mengenai Sang Penjahit
Sang Penjahit adalah kisah mengenai
Seorang kakek penjahit , kakek ini adalah orang Tionghoa yang rela tidak tidur
untuk menjahit pesanan pemuda yang ingin dibuatkan Bendera Indonesia. Dia mau
menjahit malam – malam walaupun matanya sakit karena si kakaek ini,hanya
disinari oleh api dari petromak. Ditambah
lagi sikakek sangat tanggung jawab dia mau mengulang kerjaannya sampai dua kali
walaupun itu karena kesalahannya sendiri.
Berbeda dengan Bangsa Indonesia sekarang yang kerjanya hanya bermalasas
–malasan. Dicerita ini juga menceritakan kita harus mau berusaha menyelesaikan
tugas kita secepatnya dan harus menepati janji. Tidak seperti Generasi muda
sekarang yang selalu menunda pekerjaaan sampe menumpuk dan tidak bertanggung
jawab, Dan selalu tidak bisa menepati janji dan mencari alasan walaupun mereka
tahu mereka telah salah, dan malah menyalahkan balik.
Dicerita ini juga diceritakan bahwa kita tidak boleh
mengambil barang milik orang lain walaupun kita sangat memerlukannya, karena
mencuri itu dosa mau itu barang penting sekali buat kita tapi kita tetap tidak
boleh mengambil hak orang lain. Kita juga harus bangga menjadi bangsa Indonesia
dan harus memperjuangkan Symbol Negara kita yaitu Bendera Sang Merah
Putih.seperti sang kakek penjahit kita juga harus menghormati para pejuang yang
telah gugur dimedan perang,hal itu bias dimulai dengan menghormati orang yang
lebih tua dari kita juga harus menyangi sesama Bangsa Indonesia.
Tapi disini saya tidak setuju dengan pemuda yang memesan
Bendera Merah Putih. Dia berkata walaupun Bendera Merah Putih Kotor, tidak
masalah karena bendera Merah Putih bukan hanya untuk dipajang Tapi harus
ditanamkan dalam hati. Kata – katanya memang tidak salah tapi kita juga harus
berpikir Kalo bendera Merah Putih kotor. Berarti itu adalah bukti bahwa kita
tidak peduli pada perjuangan para pahlawan yang gugur dimedan perang untuk
mempertahankan Tanah kita yang dijajah selama lebih dari 350 tahun lamanya.
Apa lagi bendera kita Dipergunakan
untuk tidak semestinya seperti yang ada dicerita yaitu untuk berdemo, untuk
menurunkan Presiden Suharto , yang gagal memimpin Negara, para mahassiwa
meminta dilakukanya Reformasi dan berakibat penembakan yang dilakukan aparat pada
mahassiswa.Tapi yang disesalkan disini sang penjahit yang sepenuh hati
menjahitkan bendera Merah Putih malah digunakan untuk hal yang tidak baik, dan
juga terjadi penjarahan dengan mengambil barang yang bukan miliknya terutama toko – took
milik kaum Tionghoa sedangkan penjahit adalah orang Tionghoa.
Yang Terpenting dalam cerita tersebut
mengatakan bahwa kita Bangsa Indonesia jangan pernah merugikan sesama Bangsa
Indonesia kita harus Rukun, kita juga harus menanam Pancasila Dan UDD 45 didalam
hati kita masing – masing,dan jangan pernah mengganggap kita berdesa satu sama
lain berbeda contohnya kaum Tionghoa ,padahal mereka adalah salah satu dari kita
mereka juga merupakan Bangsa Indonesia.