Sabtu, 23 November 2013


Moral Mengenai Sang Penjahit

Sang Penjahit adalah kisah mengenai Seorang kakek penjahit , kakek ini adalah orang Tionghoa yang rela tidak tidur untuk menjahit pesanan pemuda yang ingin dibuatkan Bendera Indonesia. Dia mau menjahit malam – malam walaupun matanya sakit karena si kakaek ini,hanya disinari oleh api  dari petromak. Ditambah lagi sikakek sangat tanggung jawab dia mau mengulang kerjaannya sampai dua kali walaupun itu karena kesalahannya sendiri.

Berbeda dengan Bangsa Indonesia sekarang yang kerjanya hanya bermalasas –malasan. Dicerita ini juga menceritakan kita harus mau berusaha menyelesaikan tugas kita secepatnya dan harus menepati janji. Tidak seperti Generasi muda sekarang yang selalu menunda pekerjaaan sampe menumpuk dan tidak bertanggung jawab, Dan selalu tidak bisa menepati janji dan mencari alasan walaupun mereka tahu mereka telah salah, dan malah menyalahkan balik.

Dicerita ini juga diceritakan bahwa kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain walaupun kita sangat memerlukannya, karena mencuri itu dosa mau itu barang penting sekali buat kita tapi kita tetap tidak boleh mengambil hak orang lain. Kita juga harus bangga menjadi bangsa Indonesia dan harus memperjuangkan Symbol Negara kita yaitu Bendera Sang Merah Putih.seperti sang kakek penjahit kita juga harus menghormati para pejuang yang telah gugur dimedan perang,hal itu bias dimulai dengan menghormati orang yang lebih tua dari kita juga harus menyangi sesama Bangsa Indonesia.

Tapi disini saya tidak setuju dengan pemuda yang memesan Bendera Merah Putih. Dia berkata walaupun Bendera Merah Putih Kotor, tidak masalah karena bendera Merah Putih bukan hanya untuk dipajang Tapi harus ditanamkan dalam hati. Kata – katanya memang tidak salah tapi kita juga harus berpikir Kalo bendera Merah Putih kotor. Berarti itu adalah bukti bahwa kita tidak peduli pada perjuangan para pahlawan yang gugur dimedan perang untuk mempertahankan Tanah kita yang dijajah selama lebih dari 350 tahun lamanya.

Apa lagi bendera kita Dipergunakan untuk tidak semestinya seperti yang ada dicerita yaitu untuk berdemo, untuk menurunkan Presiden Suharto , yang gagal memimpin Negara, para mahassiwa meminta dilakukanya Reformasi dan berakibat penembakan yang dilakukan aparat pada mahassiswa.Tapi yang disesalkan disini sang penjahit yang sepenuh hati menjahitkan bendera Merah Putih malah digunakan untuk hal yang tidak baik, dan juga terjadi penjarahan dengan mengambil  barang yang bukan miliknya terutama toko – took milik kaum Tionghoa sedangkan penjahit adalah orang Tionghoa.

Yang Terpenting dalam cerita tersebut mengatakan bahwa kita Bangsa Indonesia jangan pernah merugikan sesama Bangsa Indonesia kita harus Rukun, kita juga harus menanam Pancasila Dan UDD 45 didalam hati kita masing – masing,dan jangan pernah mengganggap kita berdesa satu sama lain berbeda contohnya kaum Tionghoa ,padahal mereka adalah salah satu dari kita mereka juga merupakan Bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar